Perbedaan AED dan Defibrillator, Begini Cara Kerjanya

Perbedaan AED dan Defibrillator, Begini Cara Kerjanya

Automated External Defibrillator (AED) dan defibrillator adalah alat medis yang digunakan untuk mengatasi masalah henti jantung. Meskipun fungsinya sama, namun ada perbedaan mendasar antara keduanya. Artikel ini akan membahas perbedaan AED dan defibrillator dengan lebih detail, mulai dari penggunaan hingga cara kerja keduanya.

Ketika Anda berada di tempat umum dan menemukan korban henti jantung, Anda dapat menggunakan AED yang tersedia di sekitar Anda untuk menolongnya.

Perlu diingat bahwa AED hanya bisa membantu memulihkan detak jantung pasien, tetapi tidak dapat menangani penyebab utama masalah henti jantung tersebut. Oleh karena itu, penting untuk segera mencari bantuan medis profesional setelah memberikan pertolongan pertama.

Selanjutnya, jika Anda berada di lingkungan medis atau kesehatan, mungkin defibrillator akan lebih cocok digunakan. Penting untuk diingat bahwa penggunaan defibrillator harus dilakukan oleh tim medis yang terlatih untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Nah, sekarang kita akan membahas lebih lanjut tentang perbedaan keduanya. Yuk langsung saja baca selengkapnya dibawah ini!

Perbedaan AED dan Defibrillator

Ada 2 jenis defibrillator, yaitu manual Defibrillator dan automated Defibrillator atau yang dikenal sebagai AED. Manual Defibrillator memungkinkan petugas medis untuk mengatur besarnya arus listrik yang diberikan ke jantung pasien.

Sementara itu, automated Defibrillator seperti AED memiliki pengaturan otomatis dan hanya memerlukan sedikit intervensi dari pengguna. Seperti yang sudah dibahas diatas, AED dan Defibrillator memiliki perbedaan utama dalam hal waktu penggunaannya. Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai perbedaan keduanya.

Penggunaan

AED adalah defibrillator otomatis yang dirancang untuk digunakan oleh orang awam tanpa pelatihan medis khusus. Alat ini sering ditemukan di tempat umum seperti bandara, pusat perbelanjaan, atau stasiun kereta api.

AED bersifat portable dan mudah digunakan. Alat medis ini dilengkapi dengan instruksi dan panduan suara yang dapat membantu pengguna dalam melakukan tindakan pertolongan pertama.

Sementara itu, Defibrillator sering digunakan oleh petugas medis atau tenaga medis terlatih untuk membantu pasien dengan masalah henti jantung. Defibrillator biasanya tersedia di rumah sakit, bukan di ruang publik.

Cara Kerja AED dan Defibrillator

Meskipun terdapat perbedaan antara AED dan Defibrillator, keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu mengatasi masalah henti jantung. Berikut adalah penjelasan mengenai cara kerja AED dan Defibrillator.

Cara Kerja AED

AED bekerja dengan memberikan rangsangan listrik yang dibutuhkan untuk mengembalikan detak jantung ke keadaan normal.

Saat Anda menggunakan AED, alat ini akan memandu melalui serangkaian instruksi suara dan visual. Pada proses pertama, Anda harus melepas pakaian pasien dan meletakkan elektroda AED pada dada korban. Elektroda AED digunakan untuk mendeteksi detak jantung pasien dan memberikan instruksi lebih lanjut kepada pengguna.

Setelah AED mendeteksi detak jantung korban, alat ini akan memberikan instruksi untuk memberikan rangsangan listrik ke jantung pasien atau melakukan CPR.

Biasanya untuk tahap awal, Anda akan diarahkan untuk melakukan CPR. Jika dirasa harus memberikan kejutan listrik, maka AED akan memberikan Anda instruksi untuk melakukannya. Harap diingat bahwa saat Anda melakukan kejut listrik, pastikan agar tidak ada orang yang menyentuh pasien karena itu akan berbahaya untuk keduanya.

Cara Kerja Defibrillator

Defibrillator bekerja dengan cara mengirimkan sinyal listrik ke jantung pasien untuk mengembalikan detak jantung yang tidak normal. Prosedur menggunakan Defibrillator biasanya dilakukan oleh petugas medis atau tenaga medis terlatih.

Elektroda Defibrillator ditempatkan pada dada pasien, lalu sinyal listrik dikirimkan ke jantung pasien. Sinyal listrik ini membantu mengatur detak jantung kembali ke keadaan normal.

Nah, itu dia perbedaan AED dan defibrillator secara umum. Dalam situasi darurat dan di ruang publik, penting bagi Anda untuk memberikan pertolongan segera kepada korban henti jantung menggunakan AED yang tersedia. Dengan begitu, kesempatan hidup korban akan meningkat.

Jika Anda membutuhkan AED untuk di perusahaan atau untuk pribadi, langsung saja hubungi kami melalui nomor WhatsApp atau alamat email yang tertera di menu kontak.