Cara Menggunakan AED Saat Korban Henti Jantung

Cara Menggunakan AED Saat Korban Henti Jantung

Ringkasan

1

Henti jantung mendadak bisa terjadi kapan saja, dan penanganan cepat sangat menentukan peluang selamat korban.

2

Segera cek respons dan napas korban, lalu hubungi layanan darurat dan minta orang sekitar mengambil AED.

3

Mulai CPR sambil menunggu AED tiba, lalu ikuti instruksi suara atau visual dari AED.

4

Pasang pads sesuai posisi yang ditunjukkan, jauhi korban saat AED menganalisis atau memberikan kejutan.

5

AED tidak digunakan pada korban yang masih sadar, bernapas normal, atau berada di air, kecuali ada surat DNR yang sah.

Pilih AED dengan harga yang sesuai dengan budget Anda bersama kami

Henti jantung mendadak bisa terjadi kapan saja, bahkan pada orang yang tampak sehat, dan setiap detik sangat menentukan peluang selamat korban. 

Henti jantung adalah ketika seseorang kolaps akibat adanya gangguan kelistrikan jantung. AHA menetapkan target agar tingkat pemberian CPR oleh orang awam meningkat menjadi lebih dari 50 persen, dan penggunaan AED sebelum petugas medis tiba meningkat menjadi lebih dari 20 persen, sehingga semakin banyak orang memahami cara menggunakan AED, semakin besar pula peluang menyelamatkan nyawa di sekitar kita.

Dalam blog ini, mari bahas cara menggunakan AED supaya Anda siap siaga saat darurat terjadi. 

Apa Itu AED dan Fungsinya? 

Mindray AED Beneheart C2 Series

AED adalah perangkat medis yang dirancang untuk menganalisis ritme jantung dan memberikan kejut listrik (defibrilasi) jika diperlukan. Alat ini sangat berguna dalam situasi darurat, terutama sebelum tim medis profesional tiba di lokasi. 

Cara Menggunakan AED

Ikuti langkah langkah berikut saat menggunakan AED: 

  1. Pastikan lokasi aman

    Periksa lingkungan sekitar sebelum mendekati korban. Pastikan tidak ada risiko listrik, api, lalu lintas, atau bahaya lain bagi penolong maupun korban.

  2. Periksa respons korban

    Panggil korban dengan suara keras dan tepuk bahunya secara perlahan. Jika korban tidak merespons dan tidak bernapas normal, anggap kondisi tersebut sebagai henti jantung. Napas megap megap atau tersengal sengal bukan termasuk pernapasan normal.

  3. Panggil bantuan

    Hubungi layanan darurat seperti 119 atau 112 sesuai ketersediaan wilayah. Minta orang lain mengambil AED dan membantu mengamankan lokasi.

  4. Mulai CPR

    Lakukan kompresi dada sambil menunggu AED tiba. Kompresi dada dilakukan dengan kecepatan 100 hingga 120 kali per menit, dengan kedalaman minimal sekitar 5 sentimeter atau sepertiga dari kedalaman dada, dan biarkan dada kembali mengembang sepenuhnya di antara setiap kompresi. Jika Anda belum terlatih atau tidak bersedia memberikan napas bantuan, lakukan CPR dengan kompresi dada saja.

  5. Nyalakan AED

    Buka penutup atau tekan tombol daya, tergantung jenis perangkat. Setelah menyala, AED akan memberikan instruksi suara atau visual. Ikuti instruksi tersebut secara berurutan.

  6. Buka pakaian korban

    Dada korban harus terlihat agar pads dapat ditempelkan langsung pada kulit. Jika dada korban basah, keringkan terlebih dahulu. Jangan menggunakan AED di dalam genangan air.

  7. Pasang AED pads

    Tempelkan satu pad di dada kanan atas, tepat di bawah tulang selangka. Tempelkan pad lainnya di sisi kiri bawah dada, di bawah ketiak. Pastikan kedua pads menempel kuat pada kulit dan tidak saling bersentuhan.

  8. Jauhkan semua orang saat analisis

    Hentikan CPR sementara dan pastikan tidak ada yang menyentuh korban. AED akan menganalisis irama jantung secara otomatis.

  9. Berikan kejutan jika diarahkan

    Jika AED menyatakan “shock advised”, pastikan semua orang menjauh, ucapkan dengan jelas “Semua menjauh”, lalu tekan tombol shock apabila perangkat memintanya. AED hanya memberikan kejutan jika irama jantung korban benar benar membutuhkannya.

  10. Lanjutkan CPR

    Setelah kejutan diberikan, atau jika AED menyatakan kejutan tidak diperlukan, segera lanjutkan CPR sesuai instruksi alat. Teruskan sampai korban menunjukkan tanda tanda kehidupan, petugas medis mengambil alih, atau penolong tidak lagi mampu melanjutkan. 

Tips Menggunakan AED 

Beberapa tips berikut dapat membantu penggunaan AED menjadi lebih aman dan efektif: 

  • Ikuti instruksi suara dan gambar pada AED, karena setiap model bisa memiliki tombol atau tampilan yang berbeda.
  • Jangan menunda menghubungi layanan darurat hanya karena sedang mencari AED.
  • Untuk bayi dan anak anak, gunakan pads atau pengaturan khusus anak jika tersedia. Jika tidak tersedia dan kondisi benar benar darurat, ikuti petunjuk AED serta arahan petugas darurat.
  • Simpan AED di tempat yang mudah terlihat dan dijangkau, dan periksa kondisi baterai, masa berlaku pads, alarm, serta indikator kesiapan alat secara berkala.
  • Pelajari CPR dan penggunaan AED melalui pelatihan resmi agar lebih siap menghadapi keadaan darurat. Meski begitu, orang yang belum pernah mengikuti pelatihan tetap dapat mengikuti instruksi AED saat keadaan darurat berlangsung. 

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang AED

Kapan AED sebaiknya digunakan?

AED digunakan ketika seseorang tiba tiba tidak sadar, mengalami henti napas atau napas tidak normal, dan tidak bernadi. Segera minta bantuan medis, mulai CPR, dan gunakan AED sesegera mungkin apabila tersedia.

AED pads dipasang di mana?

Pada orang dewasa, satu pad dipasang di dada kanan atas, tepat di bawah tulang selangka. Pad kedua dipasang di sisi kiri bawah dada, di bawah ketiak. Selalu ikuti gambar pada pads dan petunjuk dari perangkat AED.

Berapa harga AED?

Harga AED di Indonesia umumnya berada pada rentang Rp25 juta hingga Rp60 juta. Harga tersebut bergantung pada jenis AED, merek, fitur, kelengkapan aksesori, garansi, serta ketersediaan pads dan baterai pengganti.

Kapan AED sebaiknya tidak digunakan?

AED tidak digunakan pada orang yang masih sadar atau bernapas normal, atau saat korban berada di dalam air atau dadanya masih basah. Jika ada surat DNR (permintaan resmi dokter untuk tidak dihidupkan kembali), ikuti permintaan tersebut. Jika ragu, tetap lakukan pertolongan dan ikuti arahan petugas darurat.

Sesuaikan Harga AED dengan Budget Anda

Banyaknya jenis AED yang ada dipasaran menjadikan Anda harus menjadi konsumen yang cerdas. Selain menyesuaikan harga AED degan kondisi keuangan, Anda juga harus memeriksa kualitas alat tersebut. Ada baiknya jika Anda membeli AED di distributor resminya, sehingga akan memudahkan Anda jika ada komplain atau butuh memperbaiki AED yang Anda miliki.

Memiliki AED di rumah Anda merupakan investasi yang tepat, sebab kita tidak pernah mengetahui kapan orang terdekat kita mengalami henti jantung. Dengan memiliki alat ini, setidaknya Anda sudah bisa meminimalisir kematian mendadak orang sekitar yang disebabkan oleh henti jantung.

Daftar Pustaka

  • American Heart Association. (2025). 2025 American Heart Association guidelines for CPR and ECC. cpr.heart.org.
  • American Red Cross. (2025). What to know about AEDs: Skills, safety, and facts. redcross.org.
  • Food and Drug Administration. (2024). Automated external defibrillators (AEDs). fda.gov.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022, 9 Agustus). Bantuan hidup dasar (Basic Life Support and First Aid Training). keslan.kemkes.go.id.
  • Mayo Clinic. (2024, 24 April). Automated external defibrillators: Do you need an AED? mayoclinic.org.
  • NHS. (2021, 10 Maret). Do not attempt cardiopulmonary resuscitation (DNACPR) decisions. nhs.uk.