Cara Melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD)

Cara Melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD)

BHD atau Bantuan Hidup Dasar adalah serangkaian tindakan cepat untuk menyelamatkan nyawa korban henti jantung atau henti napas, sebelum petugas medis tiba di lokasi. Tindakan ini wajib meliputi CPR dan penggunaan AED.  

Siapa saja bisa mempelajarinya, meskipun tidak memiliki latar belakang medis. Mari liat cara lengkap BHD berdasarkan American Heart Association dan European Resuscitation Council. 

Cara BHD yang Efektif 

Langkah Langkah Bantuan Hidup Dasar

  1. Pastikan Lingkungan Aman

    Sebelum menolong, periksa dulu keadaan di sekitar korban. Pastikan lokasi aman baik bagi Anda maupun korban sebelum melakukan tindakan apa pun. Kalau tidak aman, pindahkan korban ke tempat yang lebih aman, idealnya dengan bantuan minimal 3 orang supaya cederanya tidak bertambah parah.

  2. Periksa Respons Korban

    Tepuk bahu korban dengan lembut, lalu panggil dengan suara jelas, "Pak! Bu! Bisa dengar saya?" Kalau korban merintih, bergerak, atau membuka mata, artinya masih sadar dan merespons. Namun jika tidak ada reaksi sama sekali, segera minta bantuan orang di sekitar dan lanjutkan ke langkah berikutnya.

  3. Hubungi Nomor Darurat

    Segera hubungi nomor darurat 112, 118, atau 119. Sampaikan lokasi kejadian, kondisi korban, dan tindakan yang sudah Anda lakukan selengkapnya. Jika terdapat orang lain di sekitar, minta mereka mencari AED terdekat sambil 1 orang melanjutkan pertolongan.

  4. Cek Denyut Nadi dan Napas Korban

    Gunakan dua jari untuk memeriksa denyut nadi di leher korban, sambil melihat pergerakan dada untuk memastikan pernapasannya. Lakukan pemeriksaan ini maksimal 10 detik saja karena waktu sangat berharga dalam kondisi seperti ini. Kalau tidak ada denyut dan napas normal, segera mulai CPR dan cari AED secepatnya.

    Jika ternyata denyut nadi masih ada tapi korban tidak bernapas normal, berikan bantuan napas setiap sekitar 5 hingga 6 detik, atau sekitar 10 sampai 12 kali per menit, sambil terus memantau nadi secara berkala.

  5. Lakukan CPR (Resusitasi Jantung Paru)

    Posisikan diri Anda di samping dada korban. Letakkan satu telapak tangan di tengah dada, tepatnya di bagian bawah tulang dada, lalu tumpuk dengan telapak tangan yang satu lagi. Jaga lengan Anda tetap lurus dan posisikan bahu Anda tepat di atas tangan.

    Tekan dada dengan kuat sedalam sekitar 5-6 cm, dengan kecepatan sekitar 100 hingga 120 kali per menit. Lakukan, push hard and push fast. Kalau memungkinkan, ganti penolong setiap 2 menit sekali supaya kualitas kompresi tetap terjaga, karena jika CPR dilkukan dengan waktu yang lama, bisa melelahkan. 

  6. Gunakan AED Jika Tersedia

    Begitu AED tersedia, segera gunakan alat ini. Ikuti instruksi panduan suara dari AED, alat ini akan memandu Anda langkah-ke-langkah, seperti kapan harus menempelkan pad ke dada korban. Kalau AED menyarankan pemberian kejut listrik, pastikan tidak ada seorang pun yang menyentuh korban saat itu terjadi. Setelah kejut listrik diberikan (atau tidak), lanjutkan CPR sesuai instruksi alat.

  7. Posisi Mantap (Recovery Position)

    Kalau korban sudah mulai bernapas normal kembali tapi belum sadar sepenuhnya, segera pindahkan ke posisi mantap atau recovery position. Posisi ini menjaga jalan napas tetap terbuka dan mencegah korban tersedak cairan, sambil menunggu bantuan medis tiba.

Kapan BHD Dapat Dilakukan?

BHD harus segera dilakukan saat korban tidak sadar, tidak bernapas atau gasping, dan tidak ada denyut nadi. Kondisi ini menandakan henti jantung mendadak yang butuh respons gawat darurat. Selain itu, BHD juga diperlukan saat seseorang tenggelam, tersedak parah, atau mengalami serangan jantung yang membuatnya kolaps secara mendadak.

Kapan RJP Dihentikan?

RJP bisa dihentikan saat salah satu dari empat kondisi berikut terjadi. Tim medis sudah tiba dan mengambil alih penanganan. Korban mulai menunjukkan tanda kehidupan, seperti bergerak atau bernapas normal. Lokasi berubah menjadi sangat berbahaya bagi penolong. Atau, penolong sudah sangat kelelahan hingga tidak mampu lagi melakukan kompresi dengan baik.

Kenapa Kita Harus Belajar BHD?

BHD penting dipelajari karena bisa meningkatkan peluang hidup korban henti jantung sekitar dua hingga tiga kali lipat dibandingkan tanpa pertolongan sama sekali, menurut data American Heart Association mengenai dampak CPR yang dilakukan oleh orang di sekitar korban atau disebut sebagai bystander.

Nadi Ada, Napas Tidak, Apa yang Dilakukan?

Kalau denyut nadi korban masih teraba tapi tidak bernapas normal atau gasping, segera berikan bantuan napas setiap sekitar 5 hingga 6 detik, atau sekitar 10 sampai 12 kali per menit. Jangan lakukan kompresi dada selama nadi masih ada, karena jantung korban sebenarnya masih bekerja.

Jangan tunggu sampai terjadi darurat. Pelajari, praktikkan, dan sebarkan pengetahuan tentang Bantuan Hidup Dasar. Ingin tahu lebih lanjut tentang AED? Konsultasi dengan aed.co.id dulu aja!

Daftar Pustaka

  • American Heart Association. Highlights of the 2025 AHA Guidelines Update for CPR and ECC.  Diakses:2026.
  • European Resuscitation Council. Guidelines 2025 Adult Basic Life Support. Resuscitation Journal, Diakses: 2026.
  • Resuscitation Council UK. Adult Basic Life Support and Automated External Defibrillation Guidelines. Diakses: 2026.
  • Mayo Clinic. Cardiopulmonary Resuscitation (CPR): First Aid. Diakses 2026.
  • NHS inform. How to Put Someone in the Recovery Position. Diakses 2026.
  • MedlinePlus, National Library of Medicine (NIH). CPR, Adult and Child After Onset of Puberty. Diakses 2026.
  • Halodoc. Bantuan Hidup Dasar (BHD): Panduan Ringkas dan Tepat. 12 Juni 2026.