Pentingnya AED Dalam CPR Cardiopulmonary Resuscitation

Pentingnya AED Dalam CPR Cardiopulmonary Resuscitation

CPR Cardiopulmonary resuscitation merupakan prosedur darurat yang biasanya diterapkan untuk menyelamatkan nyawa seseorang saat sistem napas atau jantungnya berhenti. Meski umumnya CPR dilakukan tenaga medis, masyarakat umum disarankan untuk menguasai teknik ini sebagai bentuk pertolongan pertama sambil menunggu bantuan datang. 

Untuk memaksimalkan pertolongan, defibrillator bernama automated external defibrillator atau AED akan digunakan. Lantas seperti apa langkah-langkah CPR dan fungsi AED dalam tindakan tersebut? 

 

Seperti apa prosedur utama CPR? 

Dalam prosesnya, CPR melibatkan kompresi dada dan pemberian napas buatan langsung dari mulut ke mulut. Tujuannya adalah menunjang aliran darah dan oksigen. Organ-organ vital seperti otak juga diharapkan tetap bekerja saat CPR dilakukan dengan tepat. 

Ada tiga tahap utama yang perlu Anda lakukan saat menerapkan CPR, antara lain:

  1. Kompresi dada

    Kompresi dada memanfaatkan berat badan untuk menciptakan dorongan kuat dan cepat dengan satu hingga dua tekanan per detik. Anda juga harus pastikan lengan tegak lurus selama menekan dada. Dianjurkan untuk melakukan kompresi dada sebanyak 100 kali per menit sampai bantuan medis datang atau pasien memperlihatkan respons;
  2. Buka jalur napas

    Bagaimana kalau pasien yang bersangkutan tak menunjukkan respons? Jangan panik, segera buka jalur napas (airways) mereka. Caranya, letakkan tangan di dahi mereka untuk mendongakkan kepala. Kemudian, angkat dahi mereka secara perlahan agar tak menimbulkan gerakan yang membahayakan;
  3. Berikan bantuan napas

    Dalam CPR Cardiopulmonary resuscitation, pemberian napas dilakukan daru mulut ke mulut. Setelah membuka mulut pasien, letakkan mulut Anda di atas mulut mereka. Pastikan tersegel baik supaya napas tersalurkan secara optimal. Tiup kuat sampai Anda melihat dada pasien mengembang dan mengempis. 

 

Sepenting apa AED dalam prosedur CPR? 

AED umumnya digunakan pada kasus henti jantung mendadak, terutama di tempat-tempat umum seperti sekolah, kantor, mal, hingga bandara. Sama seperti praktik CPR, AED dapat digunakan siapa saja, dari masyarakat umum hingga tenaga medis. Hanya saja, Anda perlu menguasai prosedur penggunaan AED supaya tak salah pakai. 

Untuk cara kerjanya, AED akan menganalisis irama jantung sebelum mengalirkan sengatan listrik melalui dada menuju jantung. Hal ini disebabkan pada henti jantung, ada gangguan yang terjadi pada aktivitas listrik organ tersebut. Penggunaan AED pun diharapkan dapat mengembalikan irama jantung dan membantu pasien mendapatkan penanganan medis yang lebih baik. Semakin cepat irama jantung dikembalikan, semakin kecil pula kerusakan permanen yang terjadi pada organ-organ tubuh. 

Untuk itu pula publik sebaiknya mengetahui prosedur CPR Cardiopulmonary resuscitation serta penggunaan AED apabila memungkinkan. Meskipun nanti ada tenaga medis yang membantu, CPR yang Anda terapkan dapat menentukan peluang hidup seseorang yang mengalami henti jantung mendadak.